Generasi Z atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gen-Z, tidak hanya dituntut untuk mampu berkutat dan bersaing di bidang digital, tetapi juga harus mampu untuk melihat peluang industri rumahan yang berbasis keterampilan dan kearifan lokal untuk dijadikan bahan konsumsi yang bisa dijual, hingga menjadi sumber penghasilan. Salah satunya adalah dengan berpikir kritis untuk merekayasa olahan makanan dari bahan dasar hasil bumi yang ada di daerah sekitar.
Melihat tantangan dan peluang yang muncul dari hal di atas, maka anak-anak ESPEZAPU (SMPN 1 Pudak Ponorogo), mencoba untuk mengikuti lomba mengolah masakan yang diadakan oleh SMKN 2 Ponorogo pada hari Rabu, 31 Januari 2024.
Bertanding dengan seluruh peserta yang berasal dari seluruh SMP dan MTs di Kabupaten Ponorogo. Berbahan dasar singkong yang menjadi bahan dasar berkearifan local, DEVITA SYALLA P dan ALVIA ERLINA S yang keduanya masih duduk di kelas 8 ini berupaya untuk membuat sebuah resep baru yang mudah dibuat, mudah ditiru, berdaya jual tinggi dan merupakan resep terbarukan ini akhirnya berhasil menjadi Juara 1 di perlombaan masak tersebut.
Diakui oleh kedua peserta didik ini, bahwa rasa gugup mendominasi di awal perlombaan, karena ini adalah pengalaman pertama mereka dalam mengikut perlombaan, apalagi ketika harus melawan seluruh peserta dari berbagai sekolah menengah pertama di Kabupaten Ponorogo.
Pengalaman baru yang sangat menantang ini nyatanya menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kedua murid andalan ini. Sebuah trophy akhirnya mampu dibawa pulang dengan penuh gemilang.
