Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, SMP Negeri 1 Pudak mendapat kehormatan istimewa dengan kehadiran IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia). Dalam kesempatan penuh makna ini, IIDI hadir untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan stunting, sebuah isu penting yang sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi muda Indonesia.
Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, serta bapak ibu guru yang turut mendampingi. Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta menyimak penjelasan yang disampaikan oleh tim IIDI mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama dalam hal asupan gizi seimbang, pola makan yang baik, kebersihan diri, serta gaya hidup sehat.
Melalui penjelasan yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga motivasi untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Edukasi ini menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk lingkungan sekolah. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan produktif, siap menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang menyenangkan. Kehadiran IIDI tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat baru bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kesehatan dan mencegah stunting.
SMP Negeri 1 Pudak mengapresiasi setinggi-tingginya kepada IIDI atas dedikasi dan perhatiannya terhadap generasi muda. Harapan besar tertanam, semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju terciptanya generasi Pudak yang sehat jasmani, kuat mental, cerdas dalam berpikir, serta produktif dalam berkarya.
Dengan adanya kegiatan ini, semakin jelas bahwa edukasi kesehatan adalah investasi berharga untuk masa depan bangsa. Bersama IIDI, SMPN 1 Pudak bertekad untuk mendukung gerakan “Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Emas Indonesia.”
